4 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia

Menurut UU No 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab pihak ketiga yang mungkin timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Ada banyak produk asuransi mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, dan lain sebagainya, di setiap produk asuransi tersebut, juga masih ada jenis-jenis lain yang bisa dipilih calon pemegang polis. Membekali diri dengan pengetahuan mengenai asuransi akan membantu kita memilih jenis asuransi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kita.

4 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia

Di Indonesia, asuransi jiwa terbagi menjadi dua kelompok besar yakni kelompok tradisional dan kelompok non-tradisional. Asuransi tradisional sendiri terdiri dari tiga jenis asuransi jiwa yakni, asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup dan asuransi jiwa dwi guna. Sementara itu asuransi non-tradisional diwakili oleh asuransi jiwa unit link.

Biar lebih singkat kita cari tahu apa itu asuransi jiwa berjangka yuk

Asuransi Jiwa Berjangka/Term Life

Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis proteksi asuransi yang memiliki jangka waktu tertentu. Jangka waktu proteksi ini bisa berlangsung selama 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun atau bahkan hanya beberapa jam saja. Orang-orang yang bepergian menggunakan pesawat, kereta api, bus, kapal laut terkadang juga secara tidak sadar membeli asuransi jiwa berjangka dalam tiket yang mereka pegang.

Ya asuransi jiwa berjangka ini hanya berlaku pada saat yang bersangkutan berada di atas moda transportasi yang diasuransikan oleh pihak pemilik alat transportasi. Karena memiliki jangka waktu terbatas, produk asuransi jiwa berjangka/term life ini merupakan yang paling murah, dana premi yang dibayarkan akan hangus jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan, tentu saja, kita berharap tidak pernah mendapat manfaat dari asuransi jenis ini bukan?

Baca juga  Asuransi Kecelakaan, Perlu Gak Sih?

Yup, asuransi ini memang tidak mengembalikan premi yang dibayarkan, oleh karenanya uang premi yang dibayarkan terbilang paling murah namun memiliki uang pertanggungan yang lumayan besar. Untuk asuransi jiwa berjangka tahunan, biasanyanya perusahaan asuransi meminta calon pemegang polis memeriksakan kesehatan untuk mendapatkan jumlah uang yang lebih besar, uang pertanggungan asuransi jenis ini dapat mencapai di atas 1 milyar rupiah

Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Jika asuransi term life hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu tidak memenuhi kebutuhan anda akan proteksi asuransi, mungkin anda perlu mempertimbangkan membeli asuransi jiwa seumur hidup atau whole life insurance. Asuransi jenis ini memiliki masa proteksi yang panjang, terhitung sejak anda mengajukan polis hingga usia anda mencapai 100 tahun.

Mengingat usia manusia kemungkinan ada di usia 65-75 tahun, maka hampir dipastikan perusahaan asuransi memiliki probabilitas besar untuk memberikan uang pertanggungan. Sehingga tidak heran jika uang premi asuransi whole life terbilang besar.

Uang pertanggungan yang diterima saat pemegang polis meninggal juga disertai dengan nilai tunai. Nilai tunai adalah nilai akumulasi sebagian premi yang dibayarkan kepada nasabah, nilai ini dapat digunakan untuk membayar premi atau diwariskan. Namun, nilai tunai dalam asuransi jiwa seumur hidup ini terbilang rendah, jika kita harus menghitung inflasi

Asuransi Jiwa Dwiguna /Endownment

Asuransi dwiguna merupakan produk asuransi berjangka yang memberikan keuntungan ganda, yakni menggabungkan proteksi asuransi dan juga tabungan.

jenis asuransi jiwa di Indonesia

Dalam asuransi dwiguna selain ada nilai tunai seperti asuransi whole life, juga ada dana yang dikeluarkan secara bertahap sebelum masa kontrak asuransi berakhir, dana ini bisa keluar secara berkala antara 3 hingga 5 tahun sekali sesuai perjanjian.

Oleh karenanya, dari ketiga jenis asuransi tradisional ini, asuransi jiwa dwiguna/endownment ini merupakan jenis asuransi yang paling mahal. Karena memberikan manfaat proteksi, nilai tunai serta tabungan

Baca juga  Pilihan Investasi Digital lewat Fintech

Asuransi Unit Link

Asuransi jiwa unit link merupakan jenis asuransi non-tradisional yang merupakan perbaikan dari asuransi jiwa dwiguna, berbeda dengan asuransi endownment yang mengalokasikan dananya sebagai tabungan. Asuransi unit link melangkah lebih jauh dengan menggabungkan unsur perlindungan dan investasi.

Perusahaan invetasi dapat menggunakan uang premi yang dibayarkan untuk berinvestasi pad aproduk keuangan seperti saham, obligasi, pasar uang, deposito maupun kombinasi lain di dalamnya. Pengelolaan investasi juga dilakukan secara profesional terpisah dari pengelolaan pertanggungan asuransi.

Jika anda memutuskan menggunakan asuransi unit link, pastikan anda sudah mengenali profil resiko dalam investasi anda. Dan tentu saja, karena uang anda digunakan untuk membiayai dua hal, proteksi dan investasi, maka imbal balik yang dihasilkan pun tidak sebesar jika anda murni berinvestasi. Akhir kata, kenali kebutuhan anda, karena keputusan untuk memilih jenis asuransi jiwa di Indonesia sekarang ada di tangan anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *